Merajut tulisan di blog dan internet menjadi buku yang menarik
Resume belajar menulis Gel.2
Bersama Om Jay
Pertemuan 22
Narasumber : Ibu Sri Sugiastuti
Oleh : Bergita Kapa
Ibu Sri membagikan pengalamanya untuk merajut tulisan di blog dan internet menjadi buku yang menarik. Diawali dengan kalimat Tuhan menempatkan manusia dalam alam ciptaan-Nya. Untuk memanfaatkan sambil memelihara. Atas nama upaya kearah lebih baik, manusia bukan saja melakukan apa yang patut dan pantas, ia justru makin mengagai alam yang sesungguhnya telah memeliharanya. Etika dan norma diperdengarkan dari rumah hingga ruang-ruang publik. Siapa yang mendengarkan untuk berhenti sebentar atau mengubah prilaku terhadap alam antologi setetes asa di musim kemarau hanya satu titik kecil diantara suara yang mengharapkan perubahan karakter dan prilaku.
Untuk menghasikan buku dari blog ini semua harus ijin dari yang punya blog dan mau berkolaborasi. Daru blog ini Beliau menghasilkan buku yang berjudul catatan religi Bu Kanjeng ( kumpulan kisah motivasi penyemangat hati).
Untuk tulisan kita ambil idenya. Bisa diubah dengan tulisan kita dan sebutkan sumber tulisan itu. Misalnya saya pernah membaca di blog tentang..........
Karena ini blog pribadi jadi tiap judul yang ada di blog masih satu tema bisa jadi sub judul. Blog yang sudah ada harus rajin diisi atau dari salah satu judul di blog dikembangkan jadi buku. Untuk menulis buku butuh 60 halaman A4 atau 100 halaman a5. Sebelum membeli buku kita bisa lihat testimoni, atau bisa googling siapa penulisnya atau bisa baca yang endors dan mungkin ada resensi bukunya. Yang sudah ada draf buku bisa pilih orang yang memberikan endorsementnya.
Endorsement maksudnya semacam testimonia atau sebagai orang pertama yang membaca buku tersebut dan memberi apresiasi.
Kita bisa mendapatkan endorsementnya dan bisa minta pada orang yang dianggap layak untuk membaca buku yang kita tulis. Apakah seorang penulis, penikmat buku, pemerhati pendidikan atau orang yang pas dengan buku yang kita tulis.
Sebagai imbalanya kita bisa memberikan satu buku ketika buku sudah terbit. Sebagai penulis harus aktif juga di komunitas-komunitas menulis. Kalau ingin jadi penulis berkumpulnya dengan penulis kalau dengan tukang sate jadinya bau sate. Sebaiknya kita berkumpul dengan penulis.
Simpulan dari materi tersebut adalah merajut tulisan yang ada di blog menjadi buku sangat mungkin sekali, dapat dilakukan setelah tulisan-tulisan di blog bisa diunduh bisa dipilih sesuai tema, sehingga tulisan itu tidak saja ada di internet tapi juga bisa juga dalam bentuk buku cetak. Selamat membuat buku teruslah menulis nanti kita akan tahu haslinya seperti apa.
Kobarkan semangat menulis tularkan virus cinta literasi dalam keluarga, sekolah, lingkungan dan dimanapun kita berada.
Bersama Om Jay
Pertemuan 22
Narasumber : Ibu Sri Sugiastuti
Oleh : Bergita Kapa
Ibu Sri membagikan pengalamanya untuk merajut tulisan di blog dan internet menjadi buku yang menarik. Diawali dengan kalimat Tuhan menempatkan manusia dalam alam ciptaan-Nya. Untuk memanfaatkan sambil memelihara. Atas nama upaya kearah lebih baik, manusia bukan saja melakukan apa yang patut dan pantas, ia justru makin mengagai alam yang sesungguhnya telah memeliharanya. Etika dan norma diperdengarkan dari rumah hingga ruang-ruang publik. Siapa yang mendengarkan untuk berhenti sebentar atau mengubah prilaku terhadap alam antologi setetes asa di musim kemarau hanya satu titik kecil diantara suara yang mengharapkan perubahan karakter dan prilaku.
Untuk menghasikan buku dari blog ini semua harus ijin dari yang punya blog dan mau berkolaborasi. Daru blog ini Beliau menghasilkan buku yang berjudul catatan religi Bu Kanjeng ( kumpulan kisah motivasi penyemangat hati).
Untuk tulisan kita ambil idenya. Bisa diubah dengan tulisan kita dan sebutkan sumber tulisan itu. Misalnya saya pernah membaca di blog tentang..........
Karena ini blog pribadi jadi tiap judul yang ada di blog masih satu tema bisa jadi sub judul. Blog yang sudah ada harus rajin diisi atau dari salah satu judul di blog dikembangkan jadi buku. Untuk menulis buku butuh 60 halaman A4 atau 100 halaman a5. Sebelum membeli buku kita bisa lihat testimoni, atau bisa googling siapa penulisnya atau bisa baca yang endors dan mungkin ada resensi bukunya. Yang sudah ada draf buku bisa pilih orang yang memberikan endorsementnya.
Endorsement maksudnya semacam testimonia atau sebagai orang pertama yang membaca buku tersebut dan memberi apresiasi.
Kita bisa mendapatkan endorsementnya dan bisa minta pada orang yang dianggap layak untuk membaca buku yang kita tulis. Apakah seorang penulis, penikmat buku, pemerhati pendidikan atau orang yang pas dengan buku yang kita tulis.
Sebagai imbalanya kita bisa memberikan satu buku ketika buku sudah terbit. Sebagai penulis harus aktif juga di komunitas-komunitas menulis. Kalau ingin jadi penulis berkumpulnya dengan penulis kalau dengan tukang sate jadinya bau sate. Sebaiknya kita berkumpul dengan penulis.
Simpulan dari materi tersebut adalah merajut tulisan yang ada di blog menjadi buku sangat mungkin sekali, dapat dilakukan setelah tulisan-tulisan di blog bisa diunduh bisa dipilih sesuai tema, sehingga tulisan itu tidak saja ada di internet tapi juga bisa juga dalam bentuk buku cetak. Selamat membuat buku teruslah menulis nanti kita akan tahu haslinya seperti apa.
Kobarkan semangat menulis tularkan virus cinta literasi dalam keluarga, sekolah, lingkungan dan dimanapun kita berada.
Ajaib. Dari kumpulan tulosan di blog jadi buku
BalasHapus