Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Blogging sebagai aspek reflektif bagi seorang pendidik

Resume belajar menulis gelombang 2 bersama Om Jay Pertemuan 1 Jumat, 24 Januari 2020 Narasumber : Bapak Agus              Sampurno Moderator : Bapak Wijaya Kusumah Oleh : Bergita Kapa Bapak Agus Sampurno seorang sosok guru inspiratif yang ingin berbagi pengalamnnya mengenai blogging sebagai aspek reflektif bagi seorang pendidik. Menurut Beliau saat sekarang seorang guru diperlukan inovasinya dikarenakan semua katup yang disebabkan mandeknya kreativitas sudah dibuka. Misalnya 1. RPP menjadi lebih aplikatif. 2. Kepemimpinan diupayakan agar dimiliki juga oleh guru sebagai guru penggerak. 3. Membuat blogg erat kaitannya dengan inovasi. Salah paham mengenai inovasi 1. Inovasi tidak melulu soal teknologi. 2. Inovasi hanya lahir dari kepala sekolah yang hebat kemudian guru tinggal melaksanakan. 3. Inovasi adalah produk. Padahal inovasi adalah budaya. 4. Inovadi sama dengan kreativitas. 5. Inovasi lahir dari sekumpulan orang pintar. 6. Inova...

Menulis cepat dan tepat di media luring dan daring

Menulis cepat dan tepat di media luring dan daring Pertemuan 24 Narasumber: Bapak Catur Nurroch                                     Oktavian Moderator    : Bapak Bambang Ayah                           Salwa Oleh                : Bergita Kapa Pertemuan yang menggembirakan bagi saya diawali dengan acara perkenalan. Narasumber memperkenalkan diri dialah bapak Catur Nurrochman Oktavian ketua Departemen Litbang PB PGRI. Passion beliau dalam menulis dimulai sejak tahun 1999. Pertama menerbitkan karya dalam bentuk buku di tahun 2003. Sampai sekarang Beliau terus menulis. Menulis sangat bermanfaat bagi siapa saja. Menulis perlu pemahaman dari menulis yang biasa atau menulis sederhana sampai pada menulis ilmiah. Berkaitan dengan menulis cepat dan tepat di media luring dan daring...

DUNIA MENANGIS

Gambar
Tangisan pilu tangisan kesedihan tangisan hati tangisan cinta air mata semua orang air mata membasahi tanah ini Dunia berkabung dunia menderita dunia tak berdaya dunia tak berkata dunia hampa Pandemi kecil yang mewabah engkau datang tak diundang engkau menghampiri dunia ini engkau menghantui hidup kami cinta kami pekerjaan kami negeri kami dunia kami Corona namamu nama yang indah tak sekedar nama nama yang indah tak kenal kasih sayang nama yang indah tak kenal cinta Engkau mematahkan hidup kami engkau meremukkan hati kami engkau merenggut jutaan nyawa engkau memisahkan kami dari orang-orang yang kami kasihi Kapan air mata kami berakhir? kami hanyalah titipan Tuhan untuk memenuhi alam ini kami hanyalah insan yang fana kami hanyalah debu tanah yang tak berarti engkau melanda dunia Dunia menjerit dunia merintih dunia menangis Engkau harus pergi engkau harus mengakhiri hidupmu Tuhan .... beri kami waktu untuk kembali kepadaMu untuk menyeb...