Blogging sebagai aspek reflektif bagi seorang pendidik

Resume belajar menulis gelombang 2 bersama Om Jay
Pertemuan 1
Jumat, 24 Januari 2020
Narasumber : Bapak Agus              Sampurno
Moderator : Bapak Wijaya Kusumah
Oleh : Bergita Kapa

Bapak Agus Sampurno seorang sosok guru inspiratif yang ingin berbagi pengalamnnya mengenai blogging sebagai aspek reflektif bagi seorang pendidik.
Menurut Beliau saat sekarang seorang guru diperlukan inovasinya dikarenakan semua katup yang disebabkan mandeknya kreativitas sudah dibuka. Misalnya
1. RPP menjadi lebih aplikatif.
2. Kepemimpinan diupayakan agar dimiliki juga oleh guru sebagai guru penggerak.
3. Membuat blogg erat kaitannya dengan inovasi.

Salah paham mengenai inovasi
1. Inovasi tidak melulu soal teknologi.
2. Inovasi hanya lahir dari kepala sekolah yang hebat kemudian guru tinggal melaksanakan.
3. Inovasi adalah produk. Padahal inovasi adalah budaya.
4. Inovadi sama dengan kreativitas.
5. Inovasi lahir dari sekumpulan orang pintar.
6. Inovasi lahir dari kesulitan alias the power of kepepet.
7. Inovasi lahir begitu saja.
Inovasi lahir karena dipaksa.

Hambatan inovasi menurut kaum pendidik dan pemimpin di sekolah
1. Ujian nasional
2. Pihak Dinas
3. Rekan sekerja
4. Input siswa
5. Waktu yang sedikit
6. Bullying antar guru
7. Kepala sekolah atau rekan sekerja yang cuek
8. Biaya
9. Sarpras
10. Kurikulum
11. Orang tua siswa
12. Kewajiban membuat administrasi pengajaran

Ada dua jenus perubahan yang terjadi di dunia pendidikan
1. DISRUPTIVE: Perubahan bersifat memaksa. Misalnya aplikasi ruang guru, aplikasi ini bukan menggantikan peran guru. Aplikasi ini hanya menggantikan guru yang malas, yang mabuk akan status PNS namun malas belajar kembali, guru yang bahagia mengajar sekedarnya saja apalagi ditunjang oleh kepala sekolah yang cuek.
2. INCREMENTAL: Mungkin tafsirannya adalah perubahan yang terstruktur, melibatkan semua pihak, didokumentadikan dan dirayakan saat ada perubahan atau perbaikan sekecil apapun itu. Open minded terhadap kesalahan. Menjadikan kesalahan sebagai batu lompatan.

Beliau menceritakan tentang Google. Perusahaan yang mempunyai rasio 80:20, artinya 80 persen waktu karyawannya digunakan untuk mengerjakan tigas atau pekerjaan wajibnya. Sementara 20 persen digunakan untuk bereksperimen yang difasilitasi oleh perusahaan dengan memberikan kesempatan untuk berpresentasi di depan petinggi perusahaan. Karyawan yang inovasinya dipandang berharga akan diberi pembiayaan.

Generasi saat ini menyukai teknologi di mana saat yang sama guru bisa menggabungkan keduanya misalnya dengan melakukan inovasi dalam proses pembelajaran dahulu baru dicari apakah ada teknologi yang bisa mendukung.
Misalnya guru yang betinovasi membuat siswanya rajin dan menjadi pandai menulis kemudian belajar cara membuat blog untuk kelasnya, agar tulisan siswanya bisa dibaca lebih luas audiensnya.
Jadi aspek pedagogik dahulu baru teknologi.
Bisa mulai dengan prinsip ATM
Amati
Tiru
Modifikasi
Dari hal tersebut kita bisa terapkan prinsip ATM. Bergabunglah dengan masyarakat kreatif. Dengan menulis di blog maupun di media sosial, kita akan jadi orang yang terlihat pintar dan kraetif.
Jika kita lakukan berulang kali maka dua sifat tafi akan melekat pada diri kita.
Bagaimana cara kita belajar sebuah hal atau keterampilan yang baru?
1. Mengamati, mencoba dan berusaha sampai sukses.
2. Berani mencoba dan fokus mempelajarinya.
3. Mencoba dan berusaha
4. Termasuk dalam hal mempelajari kegiatan menulis di blog.
Jika kita sebagai guru SD kita bisa belajar dari youtube, dan rekan yang sudah membuat.
Jika kita guru SMP dan SMA kita bisa sibukkan diri dengsn menulis lalu ajak atau tunjuksiswa yang mahir IT untuk mempelajari dan membuaykannya untuk kita. Sampai akhirnya kita bisa mempisting tulisan kita sendiri.

Ide mengenai inovasi datang dari masalah yang terjadi.
Sebuah solusi pemecahan masalah hanya bisa disebut inovatif bila
1. Memberikan solusi
2. Berbiaya murah
3. Mudah ditiru
4. Gampang dilacak bukti perubahannya
Beliau mengutarakan pengalamannya ketika siswa diajak diskusi, mereka tidak mampu mengeluarkan pendapat dan tidak punya keberanian. Solusi yang dibuat adalah minta siswa menulis jawaban pertanyaan di kertas post it  lalu ditempel di tembok dengan demikian semua nyaman dalam menjawab.
Menulis di blog banyak mafaatnya yakni
1. Makin mencintai dunia pendidikan.
2. Promosi dalam bidang pekerjaan. Saat memuliai menulis blog beliau seorang guru, kemudian menjadi kepala sekolah, dan saat ini menjadi konsultan, pembicara serta pemimpin program peningkatan kualitas pendidikan di beberapa provinsi di Indonesia.
3. Menjadi pembicara yang handal harus bisa menjadi penulis. Dikarenakan saat menulis ia akan melakukan riset yang akan membuat materi yang dibawakan sebagai pembicara menjadi bernas dan bermakna.

Dari pemaparan materi tersebut dapat disimpulkan
1. Menulislah singkat-singkat saja. Beliau terinspirasi dengan Seth Godin yang tiap hari menulis di blognya dengan singkat namun padat pengetahuan dan intisari pengalaman.
2. Jika sudah terbiasa menulis maka akan merasa kurang jika belum menutup hari dengan menulis.
3. Menulislah di mana saja dan dengan alat apa saja. Jangan menunggu waktu berhadapan dengan laptop atau komputer baru menulis. Karena banyak sebagian pendidik menulis di blog itu menjadi hal yang memberatkan.
Menulis di blog berarti kita bersedia untuk keluar dari zona nyaman.
Ini dikarenakan:
1. Kita secaratidak sadar akan menekuni hal baru yang diperlukan  kesabaran dan kesadaran dalam berbuat.
2. Kita akan tersenyum saat ingat pertama kali kita memulai.
3. Kita juga bisa menginspirasi orang lain.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merajut tulisan di blog dan internet menjadi buku yang menarik

Dengan Menulis Aku Berpetualang