Menerbitkan Buku Di Penerbit Andi Yogyakarta
Resume Belajar Menulis Gel.2
Bersama Om Jay
Pertemuan 11
Kamis, 13 Februari 2020
Narasumber : Bapak Edi. S
Mulyanta
Moderator : Ibu Hidmi
Gramatolina
Ramadhayani
Diawal pertemuan ini Bapak Edi memperkenalkan diri sebagai Publisher Development di penerbit Andi dengan tugas mencoba mengembangkan bisnis penerbitan baru yang semoga saja tidak lekang oleh perubahan zaman.
Banyak calon penulis terjebak didalam pikirannya sendiri untuk dapat menerbitkan buku, sehingga tidak ketemu antara apa yang diinginkan penerbit dan kompetensi penulis. Penerbit sebenarnya hanya butuh kepastian pasar, saat buku itu terbit. Terkadang tidak butuh kelengkapan naskah diawalnya.
Calon penulis sebaiknya wajib memberikan penjelasan awal kepada penerbit, tentang tujuan penulisan bukunya.
Hal ini yang sering terjadi dimana penulis ingin sempurna materinya saat pengiriman naskahnya lupa menjelaskan prospek dibalik bukunya terbit. Setiap bulan naskah yang diperiksa 200-400 naskah.
Tulisan yang diterima terkadang penulis belum menyelesaikan tulisannya. Inilah pentingnya memberikan value tulisan naskah dimata penerbit. Seperti start up yang hanya menjual valuenya kepada pemodal. Ada kendala bahwa penulis tidak berkosultasi dengan penerbit karena banyaknya naskah yang ditangani pada usulan awal sehingga tidak ada waktu untuk berkosultasi. Penerbit Andi juga merupakan penerbit mayor yang membedakan penerbit mayor dengan penerbit lain, penerbit dikategorikan oleh Perpustakaan Nasional dalam bentuk rentang digit yang dituliskan di ISBN nya.
Dalam menerbitkan buku ada struktur rentang blog number.
Rentang publication emelent adalah kemampuan produksi buku yang diberikan oleh perpusnas sesuai dengan jumlah ISBN yang dikeluarkan penerbit tersebut.
Penerbit mayor tentu mempunyai rentang blog yang banyak karena rentang produksinya bisa mencapai 4 digit pertahunnya. Penerbit mayor mempunyai rentang digit yang lebar 3 hingga 4 digit produksi bukunya. Untuk mengetahui ISBN kita bisa melihat digit xxx-xxx-xx-0339-x jadi rentang penerbit mayor dipercaya oleh perpusnas untuk mengelola nomor 4 digit. Sedangkan penerbit Andi diberi nomor xxx-xxx-01-xxx penerbit mayor mempunyai rentang digit yang kecil.
Ada perbedaan karena sebenarnya urusan pembagian selain rentang produksi dan rentang pemasaran bukunya ada hal lain yang dibutuhkan yaitu penilaian kinerja penulisnya. Berurusan dengan penilaian kinerja penulis adalah dosen dan guru. Dosen yang menerbitkan buku di penerbit mayor mempunyai angka kredit yang maksimal berbeda jika di terbitkan penerbit minor.
Buku yang diterbitkan biasanya untuk buku yang mendukung proses belajar mengajar dari tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Sedangkan buku anak merupakan buku yang diminati di toko buku sehingga persaingannya sangat ketat. Buku anak lebih menguntungkan jika berseri.
Buku asing dapat diterjemahkan dalam bahasa indonesia akan tetapi urusannya adalah B to B atau bisnis to bisnis jadi penerbit harus melakukan kontak pembelian RIGHT untuk mendapatkan hak terjemahan. Buku-buku tradisional khususnya buku wayang cukup menarik untuk diterbitkan jika kualitasnya bagus,dalam arti materi,foto dan grafiknya. Biasanya buku tema lokal mempunyai proses pemasaran yang berbeda dengan buku reguler.
Dari pemaparan materi tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk menghemat waktu dan energi dari penulis,tulislah proposal penerbitan buku terlebih dahulu untuk memberikan gambaran value naksah kepada penerbit. Semakin lengkap data yang diberikan ke penerbit akan membantu penerbit dapat menentukan kemana pasca produksi buku dipasarkan.
Bersama Om Jay
Pertemuan 11
Kamis, 13 Februari 2020
Narasumber : Bapak Edi. S
Mulyanta
Moderator : Ibu Hidmi
Gramatolina
Ramadhayani
Diawal pertemuan ini Bapak Edi memperkenalkan diri sebagai Publisher Development di penerbit Andi dengan tugas mencoba mengembangkan bisnis penerbitan baru yang semoga saja tidak lekang oleh perubahan zaman.
Banyak calon penulis terjebak didalam pikirannya sendiri untuk dapat menerbitkan buku, sehingga tidak ketemu antara apa yang diinginkan penerbit dan kompetensi penulis. Penerbit sebenarnya hanya butuh kepastian pasar, saat buku itu terbit. Terkadang tidak butuh kelengkapan naskah diawalnya.
Calon penulis sebaiknya wajib memberikan penjelasan awal kepada penerbit, tentang tujuan penulisan bukunya.
Hal ini yang sering terjadi dimana penulis ingin sempurna materinya saat pengiriman naskahnya lupa menjelaskan prospek dibalik bukunya terbit. Setiap bulan naskah yang diperiksa 200-400 naskah.
Tulisan yang diterima terkadang penulis belum menyelesaikan tulisannya. Inilah pentingnya memberikan value tulisan naskah dimata penerbit. Seperti start up yang hanya menjual valuenya kepada pemodal. Ada kendala bahwa penulis tidak berkosultasi dengan penerbit karena banyaknya naskah yang ditangani pada usulan awal sehingga tidak ada waktu untuk berkosultasi. Penerbit Andi juga merupakan penerbit mayor yang membedakan penerbit mayor dengan penerbit lain, penerbit dikategorikan oleh Perpustakaan Nasional dalam bentuk rentang digit yang dituliskan di ISBN nya.
Dalam menerbitkan buku ada struktur rentang blog number.
Rentang publication emelent adalah kemampuan produksi buku yang diberikan oleh perpusnas sesuai dengan jumlah ISBN yang dikeluarkan penerbit tersebut.
Penerbit mayor tentu mempunyai rentang blog yang banyak karena rentang produksinya bisa mencapai 4 digit pertahunnya. Penerbit mayor mempunyai rentang digit yang lebar 3 hingga 4 digit produksi bukunya. Untuk mengetahui ISBN kita bisa melihat digit xxx-xxx-xx-0339-x jadi rentang penerbit mayor dipercaya oleh perpusnas untuk mengelola nomor 4 digit. Sedangkan penerbit Andi diberi nomor xxx-xxx-01-xxx penerbit mayor mempunyai rentang digit yang kecil.
Ada perbedaan karena sebenarnya urusan pembagian selain rentang produksi dan rentang pemasaran bukunya ada hal lain yang dibutuhkan yaitu penilaian kinerja penulisnya. Berurusan dengan penilaian kinerja penulis adalah dosen dan guru. Dosen yang menerbitkan buku di penerbit mayor mempunyai angka kredit yang maksimal berbeda jika di terbitkan penerbit minor.
Buku yang diterbitkan biasanya untuk buku yang mendukung proses belajar mengajar dari tingkat dasar, menengah hingga perguruan tinggi. Sedangkan buku anak merupakan buku yang diminati di toko buku sehingga persaingannya sangat ketat. Buku anak lebih menguntungkan jika berseri.
Buku asing dapat diterjemahkan dalam bahasa indonesia akan tetapi urusannya adalah B to B atau bisnis to bisnis jadi penerbit harus melakukan kontak pembelian RIGHT untuk mendapatkan hak terjemahan. Buku-buku tradisional khususnya buku wayang cukup menarik untuk diterbitkan jika kualitasnya bagus,dalam arti materi,foto dan grafiknya. Biasanya buku tema lokal mempunyai proses pemasaran yang berbeda dengan buku reguler.
Dari pemaparan materi tersebut dapat disimpulkan bahwa untuk menghemat waktu dan energi dari penulis,tulislah proposal penerbitan buku terlebih dahulu untuk memberikan gambaran value naksah kepada penerbit. Semakin lengkap data yang diberikan ke penerbit akan membantu penerbit dapat menentukan kemana pasca produksi buku dipasarkan.
Komentar
Posting Komentar