Menerbitkan Buku Secara Indie

Resume Belajar Menulis Gel.2
Bersama Om Jay
Pertemuan 6
Moderator     : Hidmi Gramatolina
                           Ramadhayani
Narasumber  : Ibu Sri Sugiastuti
     

"Ingat Buku yang bervisi tak akan mati".
     Kalimat slogan tersebut memberikan motivasi untuk semangat dalam menulis dan menerbitkan buku.
Beliau seorang guru pegiat literasi nusantara, sudah menulis 15 buku
antologi. Beliau juga sebagai penulis
aktif di berbagai komunitas literasi,
motivator,blogger.
Dalam kesehariannya beliau sebagai
kepala sekolah SMK Tunas Pembangunan 2 Surakarta.
Menulis buku merupakan hal yang luar biasa bagi penulis yang sudah ahli dalam bidangnya termasuk menerbitkannya.

    Bagi penulis pemula ada perasaan ragu-ragu yang terbersit dalam hati
untuk menerbitkan buku.
Hal itu ditegaskan oleh narasumber
bahwa selama kita menulis apa yang kita sukai,dan kita kuasai buku itu atau tulisan itu akan menemui takdirnya. Lakukan saja dan kita akan lihat hasilnya.

     Beliau tertarik dengan dunia kepenulisan karena potensi yang paling melekat itu silahturahmi dan mudah bergaul. Ternyata banyak guru yang hebat tapi tidak punya nyali untuk menulis buku.
Hal ini dialami oleh guru berprestasi tingkat nasional.
Perlahan tapi pasti dia juga sudah menulis dan menerbitkan 5 buku.
Ini merupakan kepuasan batin bagi seorang Ibu Sri Sugiastuti sebagai motivator.
Tulisan yang dikirim dalam antologi merupakan kumpulan tulisan atau artikel dari beberapa penulis.

     Menulis buku bisa keroyokan bisa juga penulisan tunggal. Penulisan buku tunggal bisa buku ajar,memoar,novel,motivasi,atau resep hidup sehat.
Buku fiksi atau nonfiksi ditulis saja.Membuat judul  tulisan harus mengandung berasa,dan penasaran.
Tidak terlalu panjang dan harus tahu juga segmen pembacanya.
Judul jangan bombastis atau berupa larangan.

   Sebuah buku harus dilengkapi dengan cover yang menarik dan sesuai dengan isi buku,jadi pencerminan isi buku.Dari warna,nuansa, sampai font yang ingin dipakai juga dilengkapi dengan ilustrasi buku.Jumlah halaman buku tebal ataupun tipis menurut kebutuhan dan tergantung buku itu membahas apa.Untuk novel trilogi(Novel yang jadi tiga bagian bersambung) jelas 400 halaman sedangkan buku  motivasi,memoar,nonfiksi 150-200 halaman sudah representatif.
Buku harus dilengkapi dengan ISBN.Buku sebagai hasil karya inovatif dapat digunakan untuk melengkapi kenaikan pangkat. Untuk Penerbit buku carilah penerbit yang terdekat sehingga harga lebih murah dan jika mau cetak ulang nyaman urusannya.
Bisa menggunakan penerbit Indie.

     Dari uraian materi di atas dapat disimpulkan sebagai berikut:
1.  Menulis itu mudah semudah
     ngobrol dengan teman bicara.
2.  Ada penerbit Indie yang siap
     memfasilitasi.
3.  Jangan takut buku tidak terjual
     biarlah buku itu menemui
     takdirnya.
4.  Kalau ingin buku kita laku beli
     juga karya teman dan seringlah
     membaca.
5.  Ingin menjadi penulis ia bergaul
     dengan penulis.
6.  Jangan pelit ilmu dan teruslah
     berbagi.





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merajut tulisan di blog dan internet menjadi buku yang menarik

Dengan Menulis Aku Berpetualang