Menulis online sebagai eksistensi kita di dunia maya

Resume Belajar Menulis Gel.2
Bersama Om Jay
Pertemuan ke -15
Minggu, 23 Februari 2020
Narasumber : Bapak Wijaya
                          Kusumah
Oleh               : Bergita Kapa


Pada pertemuan ini ada sesuatu yang baru dibandingkan dengan pertemuan sebelumnya.
Bapak Wijaya Kusumah sebagai narasumber  menyuguhkan tulisan hanya admin yang bisa mengirimkan pesan. Diskusi yang sangat santun sehingga kami peserta hanya membaca pesan yang disampaikan oleh narasumber.

Materi yang menarik menulis online sebagai eksistensi kita di dunia maya. Seperangkat lembaran mou yang ditampilkan kepada kami dimana tertera nota kesepahaman antara ikatan guru TIK PGRI dengan Universitas PGRI 1946 NTT tentang kerja sama pelaksanaan Tri Darma Perguruan Tinggi
Nomor : 22/00/IG.TIK PGRI/2020
Nomor : AD.001/MOU/UPG.1945 NTT/2020.

Hari ini kami gembira sekali karena dapat bekerjasama dengan kawan-kawan pengurus PGRI dan rektor di NTT dalam pelatihan elarning.
Kami baru saja menandatangani mou dengan pak David rektor di NTT disela-sela acara konkernas PGRI.
Ikatan guru TIK PGRI juga akan roadshow ke-12 kota berikutnya setelah sukses di 55 kota lainnya bersama epson Indonesia.
Mengapa kami bisa bertahan sampai ke-55 kota dan akan roadshow kembali ke-12 kota berikutnya? Karena dengan menulis online ternyata telah membawa kami keliling Indonesia.
Ide diawali oleh pak Onno Widodo Purbo. Pakar elarning Indonesia beliau membangun server elarning untuk rakyat. Beliau adalah salah satu pembina kami di ikatan guru TIK PGRI. Beliau banyak memberi masukan kepada kami dalam mengembalikan TIK sebagai mata pelajaran kembali. Saat itu mendikbud masih dijabat oleh
Bapak Muhadjir Effendy.

Perjuangan demi perjuangan kami lakukan agar TIK kembali sebagai mata pelajaran dan tidak diganti dengan prakarya. Kami berjuang lewat tulisan di online dan bersama PGRI menemui mendikbud Muhadjir Effendy pada saat itu.
Menulis online itu ternyata dahsyat sekali. Tulisan Bapak Wijaya Kusumah banyak dibaca orang lain.
Termasuk juga pejabat di kemendikbud.
Menurut Beliau membuat wa group ini untuk mengajak kawan-kawan berlatih menulis online, baik lewat wa group atau media sosial lainnya.
Sehingga kawan-kawan dapat menjadi konten kreator dan mampu menciptakan informasi baru lewat internet.
Pradigma kita sudah harus berubah. Dari yang hanya download menjadi upload. Dari yang hanya sekedar unduh menjadi unggah.

Perjuangan kita lakukan tidak hanya melalui menulis online tapi juga bertemu langsung dengan mendikbud Bapak Anies Baswedan saat itu. Kami diterima secara resmi di kantornya setelah kami melakukan demo di media sosial.
Betapa dahsyatnya kekuatan kata-kata. Poster dibuat oleh pak Namin.
Beliau tulis lebih dari 14 ribu guru bergerak ke Jakarta. Padahal hanya 7 orang guru TIK yang siap menghadap mendikbud.
Guru kita memang banyak lebih dari tiga juta guru. Namun yang bersuara lantang hanya sedikit sekali. Oleh karena itu kami cari akal untuk bertemu mendikbud.
Menulis online di media sosial menjadi salah satu cara kami dalam menyampaikan pesan perjuangan.
TIK tidak cukup sekedar bimbingan. Pak Onno banyak memberikan inspirasi kepada guru TIK. Menulis online menjadi alat perjuangan bagi guru TIK. Pengalaman yang paling berharga bagi Bapak Wijaya Kusumah yakni Beliau diundang makan siang bersama presiden Jokowi di istana negara. Ini terjadi berkat Beliau sendiri dan teman-teman blogger menulis di Kompasiana.com.
Ada kaitan erat antara menulis online dengan eksistensi di dunia maya, kita akan terkejut setelah tahu tulisan kita dibaca orang. Apalagi kita menulis di blog. Alat rekam yang ajaib dan keajaibannya akan dirasakan seiring lamanya kita mengelola blog pribadi di internet.
Sebaiknya kita punya blog sendiri, kita bebas mengelolanya karena kita sebagai adminnya,dan itu gratis di internet.
Blog gratis dan blog berbayar berbeda, satunya gratis yang satunya bayar sekitar 300.000 untuk domain dan hostingnya pertahun.
Saran yang diberikan pakai yang gratisan, kalau sudah pintar mengelola blog baru kita pindah ke blog berbayar untuk eksistensi diri di dunia maya.

Menulis online itu banyak manfaatnya. Banyak orang akhirnya mengenal kita setelah mereka membaca tulisan kita di internet.

_✍ Hidup adalah sebuah anugerah, kita tidak akan pernah mengetahui betapa berharganya apa yang sudah kita miliki, sampai kita kehilangannya. Begitu juga dengan sebaliknya, kita tidak akan pernah mengetahui apa saia yang hilang dalam hidup, jika sesuatu itu tidak pernah datang.
Maka dari itu syukurilah apa yang ada sebelum semuanya menghilang
🍃🌿🍃🍃🌿🍃🌿🍃🌿🍃🌿🍃🌿🍃

Dari pemaparan materi tersebut dapat disimpulkan :
Menulis online sangat membantu kita untuk lebih eksis dalam menulis dan langsung dibaca banyak orang bila tulisan kita informatif dan menarik. Blog bisa dijadikan salah satu media untuk mendokumentasikan tulisan kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Merajut tulisan di blog dan internet menjadi buku yang menarik

Dengan Menulis Aku Berpetualang