Menjadi seorang trainer
Resume belajar menulis Gel.2
Bersama Om Jay
Pertemuan 21
Minggu, 08 maret 2020
Narasumber : Bapak Wijaya
Kusumah
Pada pertemuan ini Bapak Wijaya kusumah berbagi pengalaman menjadi seorang trainer.
Menjadi seorang trainer dibutuhkan stamina yang luar biasa. Karena seorang trainer berbicara dari pagi sampai sore. Dia harus kuat bertahan selama 8 jam dalam sehari bila pelatihannya dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.
Pengalama Bapak Wijaya Kusumah Beliau selalu menjaga stamina tubuh dengan banyak berolahraga harus bisa mengelola waktu dengan baik, dan ingatlah bahwa menulis itu menyehatkan jiwa dan raga kita.
Mereka yang suka menulis akan pulih dari berbagai penyakit asalkan tahu caranya.
Seorang peserta bertanya tentang bagaimana menulis di blog.
Caranya : mulailah dari apa yang disukai dan kuasai. Menulislah dari hatimu maka engkau akan temui hati para pembaca setia tulisanmu.
Itulah yang diajarkan glen blogger Bapak Dedi Dwitagama dan Bapak Agus Sampurno.
Mereka kakak beradik yang sangat luar biasa. Blognya pak Dedi dedidwitagama.wordpress.com
dan blognya pak Agus gurukreatif.wordpress.comselalu ramai pengunjungnya.
Mereka berdua adalah trainer hebat yang dikenal oleh Om Jay, pintar menulis dan pintar berbicara.
Cara menjaga stamina tubuh adalah dengan menyayangi istri sepenuh hati dan sepenuh jiwa. Dengan begitu kita berdua saling melengkapu dalam hidup ini.
Tak terasa hari ini adalah hari pernikahan kami tanggal 08 Maret 1998 di kota Bandung.
Beliau dikaruniai 2 orang anak Intan dan Berlian lahir dari cinta dan kasih sayang sepasang kekasih yang sudah mengikat panji setia abadi. Menjaga stamina bersama pasangan kita. Cinta sejati itu membuat sepasang suami istri tak pernah loyo walau banyak masalah yang dihapapinya.
Ada peserta yang mengalami kelemahan yakni kesulitan waktu untuk membaca ada solusinya yang ditawarkan. Menurut Pak Bambang ketua ikatan guru TIK PGRI selalu memberi nasihat. Minum madu dan haslinya dahsyat sekali, sehingga stamina kita baik dan tetap sehat. Ada waktu untuk membaca dan menulis. Sebab keduanya seperti makan dan minum.
Menurut Bapak Wijaya Kusumah bila tak makan dan minum akan kelaparan, begitu pula bila tidak membaca akan kehilangan kata-kata. Sebab mereka yang bisa menulis karena rajin membaca.
Rabun membaca lumpuh menulis.
Begitulah pesan dari penyair terkenal Taufik Ismail.
Selain menjaga stamina juga harus ada kiat untuk meyakinkan profesionalisme kita. Kiatnya mau mendengarkan perkataan istri tercinta. Saya pernah tak mendengarkan perkataan istri. Waktu itu saya dan Pak Dedi diminta mengisi materi PTK di Bekasi. Saya tidak mau sarapan pagi. Padahal istri sudah bikin nasi goreng yang lezat dan telor ceplok yang nikmat. Disaat memberi materi mata saya berkunang-kunang. Untung saja Pak Dedi langsung tanggap. Saya dimintanya untuk duduk saja dan beristirahat.
Pak Dedi Dwitagama yang ambil ahli semuanya di SMAN Tambun Bekasi. Kesempatan itu saya gunakan untuk sarapan pagi di kantin sekolah. Setelah sarapan mata saya yang kunang-kunang me jadi terang kembali dan tak terasa kami mengisi materi sampai sore hari. Semua peserta senang dan panitianya juga senang. Pulang mengisi materi kami diberi amplop berwarna putih dan ada bayangan uang kertas berwarna merah lumayan tebal.
Cara membagi waktu yang baik, waktu kita dapat jatah 24 jam.
Bapak Wijaya Kusumah membagi dalam tiga waktu. Dunia nyata, dunia maya, dan dunia mimpi. Kita harus membaginya secara proporsional. Waktu didunia nyata jelas harus lebih banyak daripada dunia maya dan dunia mimpi. Kalau ketiga waktu itu dikelola dengan baik, maka kita akan sukses dunia dan akhirat.
Betkaitan dengan tugas Kedinasan ijin dari atasan sebagai pemimpin disuatu lembaga harus memberikaj dukungan kepada sesama teristimewa dukungan kepada bawahan. Hal ini diamali oleh Bapak Wijaya kusumah. Kepala sekolah sangat mendukung kegiatan Beliau asalkan tidak meninggalkan kelas. Beliau terbiasa menerima job hari sabtu dan minggu atau setelah pulang sekolah. Sehingga tidak
meninggalan kewajiban sebagai seorang guru. Menjadi tranier itu harus mampu memberikan contoh dan keteladanan yang baik. Pimpinan sekolah senang. Istri dirumah juga mendukung Beliau selalu berkomunikasi dulu dengan istri ketika menerima pekerjaan sebagai trainer. Ketika istri kita iklas dan ridho melepaskan kepergian kita maka rezeki akan lancar dan tidak ada yang merasa dirugikan. Jangan lupa beli oleh-oleh buat pimpinan sekolah dan rekan sejawat sehingga mereka juga senang mendengarkan cerita kita dan bisa pergi dari kota ke kota.
Semua orang didasar hatinya yang terdalam pasti ingin sukses hari ini saya menyaksikan bahwa lewat tulisan seseorang bisa melesat jauh menembus ruang dan waktu, ketajaman hati dan perasaan dapat dituangkan lewat pena.
Menjadi trainer adalah pilihan hidup. Oleh karena itu, hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya. Kalimat ini merupakan pesan Pak Harfan dalam film laskar pelangi.
Bersama Om Jay
Pertemuan 21
Minggu, 08 maret 2020
Narasumber : Bapak Wijaya
Kusumah
Pada pertemuan ini Bapak Wijaya kusumah berbagi pengalaman menjadi seorang trainer.
Menjadi seorang trainer dibutuhkan stamina yang luar biasa. Karena seorang trainer berbicara dari pagi sampai sore. Dia harus kuat bertahan selama 8 jam dalam sehari bila pelatihannya dari pukul 08.00 sampai 16.00 WIB.
Pengalama Bapak Wijaya Kusumah Beliau selalu menjaga stamina tubuh dengan banyak berolahraga harus bisa mengelola waktu dengan baik, dan ingatlah bahwa menulis itu menyehatkan jiwa dan raga kita.
Mereka yang suka menulis akan pulih dari berbagai penyakit asalkan tahu caranya.
Seorang peserta bertanya tentang bagaimana menulis di blog.
Caranya : mulailah dari apa yang disukai dan kuasai. Menulislah dari hatimu maka engkau akan temui hati para pembaca setia tulisanmu.
Itulah yang diajarkan glen blogger Bapak Dedi Dwitagama dan Bapak Agus Sampurno.
Mereka kakak beradik yang sangat luar biasa. Blognya pak Dedi dedidwitagama.wordpress.com
dan blognya pak Agus gurukreatif.wordpress.comselalu ramai pengunjungnya.
Mereka berdua adalah trainer hebat yang dikenal oleh Om Jay, pintar menulis dan pintar berbicara.
Cara menjaga stamina tubuh adalah dengan menyayangi istri sepenuh hati dan sepenuh jiwa. Dengan begitu kita berdua saling melengkapu dalam hidup ini.
Tak terasa hari ini adalah hari pernikahan kami tanggal 08 Maret 1998 di kota Bandung.
Beliau dikaruniai 2 orang anak Intan dan Berlian lahir dari cinta dan kasih sayang sepasang kekasih yang sudah mengikat panji setia abadi. Menjaga stamina bersama pasangan kita. Cinta sejati itu membuat sepasang suami istri tak pernah loyo walau banyak masalah yang dihapapinya.
Ada peserta yang mengalami kelemahan yakni kesulitan waktu untuk membaca ada solusinya yang ditawarkan. Menurut Pak Bambang ketua ikatan guru TIK PGRI selalu memberi nasihat. Minum madu dan haslinya dahsyat sekali, sehingga stamina kita baik dan tetap sehat. Ada waktu untuk membaca dan menulis. Sebab keduanya seperti makan dan minum.
Menurut Bapak Wijaya Kusumah bila tak makan dan minum akan kelaparan, begitu pula bila tidak membaca akan kehilangan kata-kata. Sebab mereka yang bisa menulis karena rajin membaca.
Rabun membaca lumpuh menulis.
Begitulah pesan dari penyair terkenal Taufik Ismail.
Selain menjaga stamina juga harus ada kiat untuk meyakinkan profesionalisme kita. Kiatnya mau mendengarkan perkataan istri tercinta. Saya pernah tak mendengarkan perkataan istri. Waktu itu saya dan Pak Dedi diminta mengisi materi PTK di Bekasi. Saya tidak mau sarapan pagi. Padahal istri sudah bikin nasi goreng yang lezat dan telor ceplok yang nikmat. Disaat memberi materi mata saya berkunang-kunang. Untung saja Pak Dedi langsung tanggap. Saya dimintanya untuk duduk saja dan beristirahat.
Pak Dedi Dwitagama yang ambil ahli semuanya di SMAN Tambun Bekasi. Kesempatan itu saya gunakan untuk sarapan pagi di kantin sekolah. Setelah sarapan mata saya yang kunang-kunang me jadi terang kembali dan tak terasa kami mengisi materi sampai sore hari. Semua peserta senang dan panitianya juga senang. Pulang mengisi materi kami diberi amplop berwarna putih dan ada bayangan uang kertas berwarna merah lumayan tebal.
Cara membagi waktu yang baik, waktu kita dapat jatah 24 jam.
Bapak Wijaya Kusumah membagi dalam tiga waktu. Dunia nyata, dunia maya, dan dunia mimpi. Kita harus membaginya secara proporsional. Waktu didunia nyata jelas harus lebih banyak daripada dunia maya dan dunia mimpi. Kalau ketiga waktu itu dikelola dengan baik, maka kita akan sukses dunia dan akhirat.
Betkaitan dengan tugas Kedinasan ijin dari atasan sebagai pemimpin disuatu lembaga harus memberikaj dukungan kepada sesama teristimewa dukungan kepada bawahan. Hal ini diamali oleh Bapak Wijaya kusumah. Kepala sekolah sangat mendukung kegiatan Beliau asalkan tidak meninggalkan kelas. Beliau terbiasa menerima job hari sabtu dan minggu atau setelah pulang sekolah. Sehingga tidak
meninggalan kewajiban sebagai seorang guru. Menjadi tranier itu harus mampu memberikan contoh dan keteladanan yang baik. Pimpinan sekolah senang. Istri dirumah juga mendukung Beliau selalu berkomunikasi dulu dengan istri ketika menerima pekerjaan sebagai trainer. Ketika istri kita iklas dan ridho melepaskan kepergian kita maka rezeki akan lancar dan tidak ada yang merasa dirugikan. Jangan lupa beli oleh-oleh buat pimpinan sekolah dan rekan sejawat sehingga mereka juga senang mendengarkan cerita kita dan bisa pergi dari kota ke kota.
Semua orang didasar hatinya yang terdalam pasti ingin sukses hari ini saya menyaksikan bahwa lewat tulisan seseorang bisa melesat jauh menembus ruang dan waktu, ketajaman hati dan perasaan dapat dituangkan lewat pena.
Menjadi trainer adalah pilihan hidup. Oleh karena itu, hiduplah dengan memberi sebanyak-banyaknya, bukan menerima sebanyak-banyaknya. Kalimat ini merupakan pesan Pak Harfan dalam film laskar pelangi.
yuk kita menjadi trainer yang sehat dan kuat
BalasHapus